News Update :

Handphone

Teknologi

Otomotif

Seksologi

Benarkah Facebook Memata-Matai Ponsel Pengguna?

Monday, February 27, 2012

facebook di android smartphone
Benarkah Facebook Memata-Matai Ponsel Pengguna?

Benarkah jejaring sosial paling populer saat ini facebook, memata-matai ponsel pengguna?

Menurut investigasi yang digelar media Inggris, Sunday Times, Facebook mengakui membaca pesan-pesan personal para user yang mendownload aplikasi Facebook di smartphone. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari trial Facebook yang akan merilis layanan messaging sendiri.


Masih menurut Sunday Times, perusahaan internet terkenal lainnya juga mengakses data personal user. Termasuk Yahoo dalam layanan Flickr dan Yahoo Messenger.

Diklaim pula beberapa aplikasi bahkan memungkinkan perusahaan untuk menyadap panggilan telepon. Situs berbagi video YouTube konon mampu pula mengakses dan mengoperasikan kamera smartphone user secara remote.

Isu semacam ini bukanlah hal yang baru. Beberapa waktu lampau, Apple diketahui merekam data lokasi para pengguna iPhone. Tak pelak, beberapa pihak pun menilainya sebagai sebuah gangguan terhadap privasi user.

sumber : detik.com

Jepang Temukan Mineral Baru

Tuesday, July 5, 2011

Untuk iPad
Peneliti Jepang telah menemukan sejumlah mineral "langka", yang dapat digunakan untuk membuat produk elektronik. Mineral nadir bumi (rare earth) itu antara lain untuk digunakan dalam pembuatan telepon pintar (smartphones), komputer tablet semacam iPad, dan televisi layar datar.

Mineral itu bisa ditemukan di dasar Lautan Pasifik di sekitar Hawaii, Amerika Serikat. Bahkan, dengan mudahnya mineral itu diekstrasi. Temuan ini sekaligus menambah pengetahuan akan fungsi mineral itu, namun sekaligus mengancam persediaannya.

"Kandungan mineral itu memiliki konsentrasi berat yang langka. Hanya per satu kilometer persegi dari kandungan itu bisa menyediakan seperlima dari konsumsi global secara tahunan (untuk digunakan di barang elektronik)," kata Yasuhiro Kato, asisten profesor di bidang ilmu bumi Universitas Tokyo, seperti dikutip dari The Guardian.






Temuan yang berhasil dilakukan tim yang dipimpin Kato ini bisa memiliki dampak untuk produksi barang elektronik yang membutuhkan mineral langka, seperti tantalum dan yttrium. Karena selama ini mineral tanah sebagian besar ada di China, yang menyediakan sekitar 97 persen dari suplai global.

Penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Nature Geoscience itu menemukan mineral itu tersembunyi di lumpur di dasar laut itu dapat diekstrasi di kedalaman 3.500 hingga 6.000 meter, di 78 lokasi. Sepertiga dari lokasi tersebut, kata Kato, memiliki kekayaan kandungan mineral langka itu dan metal yttrium.

Kato menjelaskan, kandungan mineral nadir bumi itu bisa ditemukan membentang sepanjang timur hingga barat Hawaaii. Selain itu, bisa juga ditemukan di sebelah timur Tahiti di Polinesia, Perancis.

Kato memerkirakan mineral nadir bumi itu terkandung sebanyak 80 hingga 100 miliar ton. Dibandingkan dengan persediaan global yang ditemukan US Geological Survey, baru 110 juta ton yang ditemukan, antara lain di China, Rusia, negara bekas Uni Soviet, dan Amerika Serikat.

Penggunaan mineral nadir bumi untuk produksi barang elektronik berteknologi tinggi, magnet, dan baterai menyebabkan banyaknya kegiatan pertambangan mineral itu dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Kato, lumpur laut yang ditemukan memang kaya mineral nadir bumi lain, seperti gadolinium, lutetium, terbium, dan dysporsium.

"Ini biasa digunakan dalam pembuatan televisi layar datar, juga LED (light-emmiting dioda) dan mobil hibdrida," jelas Kato.

Sumber : vivanews.com

Durasi 1 Hari di Neptunus

Terungkap
Dengan melacak beberapa fitur tertentu di atmosfir, peneliti berhasil melakukan pengukuran akurat pertama terhadap periode rotasi planet Neptunus. Ternyata, satu hari di planet itu berlangsung tepat selama 15 jam, 57 menit dan 59 detik.

Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.

“Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine, 4 Juli 2011.






Fitur seperti ini, Karkoschka menyebutkan, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.

Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut. Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.

Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.

Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.

Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.

“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.

Sumber : vivanews

Operator Telko Bersaing

di Lapangan Basket
Liga Bola Basket Antar Operator kembali digelar. Tahun ini, kompetisi tersebut digelar untuk ketiga kalinya. Pada Liberator, para pelaku industri telekomunikasi selular akan bertarung memperebutkan piala bergilir yang tahun lalu dimenangkan oleh PT Telkom.

Seperti diketahui, untuk penyelenggaraannya, Liberator digelar secara bergilir oleh para operator. Tahun ini kompetisi digelar oleh PT Hutchison CP Telecommunications, operator pemilik merek 3. Ada 8 operator yang bertanding di lapangan yakni Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Axis, 3, Smartfren, dan Bakrie Telecom.

Menurut Sumartono MC, Head of ICGR Tri, ajang yang berlangsung hingga 24 Juli 2011 ini digelar untuk menjalin silaturahmi antar pelaku industri telekomunikasi yang dituangkan dalam kompetisi basket yang sehat dan sportif.






“Harapannya, semoga ajang ini dapat menjadi ajang silaturahmi dan membangun sportivitas antar pelaku industri telekomunikasi,” ucap Sumartono.

Selain operator telekomunikasi, pada tahun ini Liberator juga mengundang 10 tim bola basket SMA terbaik di Jabodetabek. Mereka adalah tim dari SMAN 3, 6, 26, Al Izhar, Al Azhar, Tarsius, Penabur, Ipeka, Lab School dan Tunas Karya. Kontes entertainment juga akan diselanggarakan misalnya kontes 3 on 3, pemandu sorak, dan lain-lain.

Tak hanya menggelar perhelatan olah raga, menggandeng komunitas jalan sutera, bersamaan dengan Liberator, digelar pula festival kuliner.

Sumber : vivanews

Mark Zuckerberg Punya Akun diGoogle

CEO Facebook Mark Zuckerberg
CEO Facebook Mark Zuckerberg ternyata benar-benar memiliki akun di situs saingan Facebook. Zuckerberg telah mengkonfirmasi bahwa ia memang memiliki akun di jejaring sosial Google yang baru, Google+.

Adalah blogger teknologi Robert Scoble, yang berhasil mendapat konfirmasi dari Mark Zuckerberg. "Kenapa orang-orang kaget bahwa saya memiliki akun Google?" kata Zuckerberg kepada Scoble, dikutip dari situs TechCrunch.

Menurut Scoble, yang dimaksud oleh Zuckerberg dengan akun Google adalah benar-benar mengacu pada akun Google+. Di Google+ Zuckerberg berteman dengan beberapa orang, seperti salah seorang Facebook lain, Dustin Moskowitz, serta CTO Facebook Bret Taylor.






Keterusterangan Zuckerberg untuk mengakui kepemilikan akun Google+ memang sedikit beda dengan yang lain. Dua pendiri Google misalnya, Larry Page dan Sergey Brin, mereka selama ini seperti malu-malu kucing memiliki akun di Facebook.

Brin sebenarnya punya akun di Facebook, namun dengan nama samaran (pseudonym). Sementara Google Chairman Eric Schmidt juga memiliki akun di Facebook. Tentu saja, kehadiran mereka itu tidak musti disikapi sebagai salah satu upaya memata-matai jejaring sosial milik lawan.

Sumber : vivanews

Telekomunikasi Ancam Dunia Perbankan

Friday, June 24, 2011

Telekomunikasi Ancam Dunia Perbankan

Saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis 23 Juni 2011, Gatot Suwondo, Direktur Utama bank BNI mengharapkan adanya aturan main yang jelas untuk mengenai e-money.

''Yang kita harapkan adalah, segala sesuatu serahkan pada ahlinya,” kata Gatot. “Telekomunikasi itu ahlinya operator, kalau untuk uang serahkan kepada bank," ucapnya.

Sementara itu, Sigit Pramono, Ketua Perbanas menyebutkan, harus ada regulator di kedua belah pihak yakni di pihak telekomunikasi dan bank.






''Jadi, ada pelaksana regulator di masing-masing pihak. Bank perannya apa, tanggung jawabnya apa, haknya apa. Lalu di telekomunikasi juga harus jelas. Perannya apa, tanggung jawabnya apa dan haknya apa,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, semua harus diatur agar tidak tumpang tindih. “Dari sisi nasabah juga ditekankan untuk menjalankan kewajibannya,” ucar Sigit.

Namun demikian, sigit mengatakan, kedepan ini kita memang tidak dapat menghindari penggunaan transaksi nir tunai atau flash cash akan dominan.

“Apalagi transaksi yang sifatnya kecil seperti belanja kecil-kecilan, bayar parkir, bayar kereta api,” ucap Sigit. “Memang pada akhirnya orang tidak akan menggunakan uang tunai,” ucapnya.

Tetapi, kata Sigit, permasalahannya bukan pada persoalan nilai per transaksi, tetapi pengalihannya.

“Jika penggunanya ada puluhan juta, nilai uangnya juga besar sehingga akan ada kemungkinan ada potensi meningkatnya permintaan pengguna,” kata Sigit. “Makanya dua hal ini harus diatur. Ekstensinya ke depan, disputenya, dan hukumnya ke depan,” ucapnya.

Sebelum ini, Bank Indonesia (BI) menyatakan, di awal tahun ini pengguna uang elektronik atau e-money meningkat cukup signifikan. BI mencatat, pengguna e-money hingga kuartal I 2011 mencapai 9,4 juta orang atau meningkat 1,5 juta orang dibandingkan akhir 2010 yang hanya sebanyak 7,9 juta orang.

"BI juga mencatat jumlah transaksi pada kuartal I 2011 mencapai 8,3 juta transaksi dengan nominal sebesar Rp176,56 miliar,” kata Budi Rochadi, Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran dan Peredaran Uang.

Meskipun baru hadir pada April 2007, kata Budi, dalam Data Perkembangan Transaksi Sistem Pembayaran Edisi Mei 2011, jumlah uang elektronik telah mencapai sekitar 9,4 juta kartu pada kuartal I tahun ini.

sumber : vivanews

Samudera Berair Asin Di Saturnus

Samudera Berair Asin Di Saturnus

Ilmuwan menyebutkan, pesawat ruang angkasa milik Amerika Serikat dan Eropa berhasil mengumpulkan bukti-bukti kuat bahwa ada samudera luas berair asin di bawah permukaan Enceladus, bulan milik planet Saturnus.

Sampel dari lontaran es yang menyembur dari permukaan bulan itu berhasil dikumpulkan oleh sensor Cosmic Dust Analyzer, saat pesawat ruang angkasa Cassini melintas di sana. Cassini-Huygens sendiri merupakan misi gabungan antara NASA, ESA, dan Italian Space Agency.

Menurut peneliti, semburan tersebut muncul dari retakan di permukaan yang membeku Enceladus, tepatnya di kawasan sekitar kutub selatan.






“Saat ini tidak ada cara yang memungkinkan untuk menghasilkan semburan butir-butir yang kaya akan garam dari es yang padat di kawasan tersebut. Kecual dari samudera bergaram yang ada di bawah permukaan Enceladus,” kata Frank Postberg, peneliti dari University of Germany, 23 Juni 2011.

Partikel yang kaya akan garam itu juga memiliki komposisi yang mengindikasikan bahwa ia muncul akibat penguapan air asin, bukan dari permukaan membeku milik bulan itu.

Peneliti yakin bahwa kemungkinan, 80 kilometer di bawah permukaan Enceladus, terdapat lapisan air. Lapisan air tersebut terletak di antara permukaan bulan yang membeku dan inti bulan yang berbatu. Air itu tidak ikut membeku karena terjaga oleh kekuatan gravitasi dari planet Saturnus dan bulan-bulan lain yang ada di sekitar Enceladus.

“Enceladus merupakan bulan kecil mengandung es yang berlokasi di kawasan luas sistem tata surya di mana air dalam bentuk cair diperkirakan bisa hadir karena jauhnya jarak dari Matahari,” kata Nicolas Altobelli, ilmuwan dari ESA.

Temuan ini, kata Altobelli, merupakan temuan yang sangat penting dan merupakan bukti yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan tertentu bisa memungkinkan adanya kehidupan di planet beku yang mengorbit planet gas raksasa.

sumber : vivanews

Berita Dan Peristiwa

Sports

Misteri

 

© Copyright Berita Dan Informasi 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.